Senin, 21 Oktober 2019

Published Oktober 21, 2019 by with 0 comment

Mengukur Luas dan volume

Mengukur Luas

Untuk mengukur luas suatu bidang, pertama-tama kita perlu mengetahui bentuk bidang tersebut. Misalnya luas persegi panjang dapat diketahui dari sisi-sisinya (panjang x lebar), luas ling karan dapat diketahui dari jari-jarinya (pi × kuadrat jari-jari). Berikut ini cara pengukuran luas beberapa bangun yang teratur bentuknya .

1. Mengukur luas persegi dan persegi panjang
Mengukur luas bentuk persegi dan persegi panjang tidak bisa dilakukan secara langsung, namun pertama-tama mengukur panjang dan lebar sisi-sisi persegi tersebut.

Contoh:
Suatu bentuk persegi panjang panjangnya p = 50 cm, dan lebarnya l = 20 cm, maka luas
bidang persegi panjang tersebut
Luas = p × l
         = 50 cm × 20 cm
         = 1.000 cm2

2. Mengukur lingkaran
Mengetahui luas bentuk lingkaran bisa dilakukan jika jari-jari atau diameter lingkaran tersebut sudah diketahui melalui pengukuran.

Contoh:
Suatu bentuk lingkaran diukur diameternya d = 20 cm atau jari-jari r = d/2 = 20/2 = 10 cm,
maka luas bidang lingkaran tersebut

Luas = π × r × r
         = 3,14 × 20 cm × 20 cm
         = 1.256 cm2

Mengukur Volume

Ada dua cara mengukur volume benda , yaitu :

1. Mengukur Langsung

a. Pengukuran volume zat cair
Pengukuran volume zat cair dapat dilakukan secara langsung, yaitu dengan memasukkan zat cair tersebut ke dalam gelas ukur (atau gelas pengukur volume yang biasa digunakan untuk menentukan jumlah bahan dalam memasak kue), kemudian baca skala pada gelas ukur tepat pada permukaan zat cair.

b. Pengukuran volume benda padat secara langsung berlaku pada benda-benda yang teratur bentuknya maupun yang tidak teratur, yaitu dengan menggunakan gelas ukur. Bendabenda yang teratur misalnya : benda berbentuk balok, kubus, silinder, bola, kerucut.

Mengukur Volume Benda Padat dengan Gelas ukur
Pengukuran volume benda-benda padat yang teratur maupun tidak teratur bentuknya dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan gelas ukur. Berikut ini cara yang perlu dilakukan dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan gelas ukur:

a. Jika benda yang akan diukur berukuran kecil hingga bisa dimasukkan ke dalam gelas ukur, maka pengukuran bisa langsung dilakukan dengan mencelupkan benda tersebut ke dalam gelas ukur yang telah diisi air dalam jumlah atau volume tertentu, misalnya 100 mL. Selanjutnya catat perubahan volume yang terjadi pada skala ukuran, misalnya air naik hing ga pada ukuran 120 mL.

Volume benda yang akan diukur di dalam gelas ukur bisa diketahui dengan menghitung se lisih antara volume air V1 sebelum dicelupkan benda, dan V2 sesudah dicelupkan benda. Pada contoh ini volume benda diperoleh:

Volume benda = V2 – V1
                        = 120 mL – 100 mL
                        = 20 mL 

b. Jika benda yang hendak diukur berukuran besar hingga tidak bisa muat ke dalam gelas ukur, maka memerlukan suatu bejana yang lebih besar (atau gelas berpancur) untuk melakukan pengukuran. Se lan jutnya masukkan benda padat yang hendak diukur ke dalam bejana yang terisi air penuh. Luap an air dari bejana tersebut ditam pung di dalam bejana yang lebih be sar. Selanjutnya air luapan di dalam be jana yang lebih besar dimasukkan ke dalam gelas ukur. Dengan meng amati permukaan air di dalam ge las ukur tersebut yang berimpit dengan skala ukur pada gelas ukur tersebut bisa terbaca volume benda tersebut.

Catatan:
Beberapa benda begitu ringan hingga saat dicelupkan di air tidak tenggelam tapi mengambang/ mengapung. Hal ini menyebabkan tidak seluruh permukaan benda tertutup air hingga jumlah zat cair yang dipindahkan ke tempat lain juga berkurang. Untuk mengatasi hal ini benda yang mengapung tersebut perlu ditekan dengan menggunakan ujung jari atau lidi hingga seluruh permukaannya tertutup air. Lakukan secara hati-hati hingga ujung jari atau lidi tidak tercelup ke dalam air, karena bisa mempengaruhi jumlah zat cair yang dipindahkan.

2. Menghitung Hasil Pengukuran
Untuk mengukur volume benda padat yang berbentuk teratur, bisa dilakukan secara tidak langsung, yaitu dengan mengukur panjang, lebar, tinggi, dan/atau jari-jari (atau diameter), ke mudian menghitung volumenya sebagai berikut:

a. Balok,
Volume = panjang × lebar × tinggi

b. Kubus,
Volume = sisi × sisi × sisi

c. Silinder,
Volume = Luas alas × tinggi
= 3,14 × jari-jari2 × tinggi

d. Kerucut,
Volume = Luas alas × ⅓ tinggi
= 3,14 × jari-jari2 × ⅓ tinggi

e. Bola,
Volume = 4/3 x 3,14 x jari-jari2


APRESIASI 

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 21, 2019 by with 0 comment

Besaran Turunan


misalnya besaran luas, volume, dan kecepatan. Pada satuan luas dan volum menggunakan bilangan berpangkat. Sementara pada besaran kecepatan menggunakan bilangan berbagi.

Konversi Bilangan Berpangkat

a. Satuan Luas
Luas Persegi Panjang, → dilakukan pengukuran terhadap panjang dan lebar terlebih dahulu, diikuti dengan penghitungan luas:

Luas Persegi Panjang = panjang x lebar
                                   = (p) m × (l) m = (p × l) m2

Apabila satuan m2 akan dikonversikan ke dalam satuan cm2, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 m2 = 1 m × 1 m
         = 100 cm × 100 cm
         = 10.000 cm2

Apabila satuan m2 akan dikonversikan ke dalam dm2, cara mengubahnya sebagai berikut :
1 m2 = 1 m × 1 m
         = 10 dm × 10 dm
         = 100 dm2

Apabila satuan m2 akan dikonversikan ke dalam satuan km2, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 m2 = 1 m × 1 m
         = 0,001 km × 0,001 km
         = 0,000 001 km2

b. Satuan Volume
Volume balok, → dilakukan pengukuran terhadap panjang, lebar dan tinggi, diikuti dengan penghitungan volume:
Volume balok = panjang x lebar x tinggi
                       = (p) m × (l) m × (t) m = (p x l x t) m3

Apabila satuan km3 akan dikonversikan ke dalam satuan m3, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 km3 = 1 km × 1 km × 1 km
           = 1.000 m × 1.000 m × 1.000 m
           = 1.000.000.000 m3

Apabila satuan m3 akan dikonversikan ke dalam satuan cm3, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 m3 = 1 m × 1 m × 1 m
         = 100 cm × 100 cm × 100 cm
         = 1.000.000 cm3

Apabila satuan cm3 akan dikonversikan ke dalam satuan m3, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 cm3 = 1 cm × 1 cm × 1 cm
           = 0,01 m × 0,01 m × 0,01 m
           = 0, 000,001 m3

Konversi Bilangan Berbagi

c. Satuan Kecepatan
Besaran kecepatan (atau kelajuan) dapat diukur melalui pengukuran secara langsung, yaitu dengan menggunakan speedometer yang terpasang di bagian dashboard mobil/motor. Biasanya satuan kecepatan yang digunakan pada speedometer di negara kita adalah kilometer per jam (km/jam). Beberapa negara di Eropa dan Amerika satuannya mil/jam (1 mil = 1,609 km)

Pengukuran kecepatan (atau kelajuan) bisa dilakukan secara tidak langsung, yaitu dengan cara mengukur jarak tempuh (besaran panjang) dibagi waktu yang diperlukan untuk m enempuh jarak tersebut, misalnya jarak tempuh dalam satuan km dan waktu dalam satuan jam, maka :

Kecepatan = jarak : waktu
                  = (s) km : (t) jam = (s/t) km/jam

Apabila satuan km/jam hendak dikonversikan ke dalam satuan m/det (meter/ detik), maka cara mengubahnya sebagai berikut :
1 km/jam = 1 km : 1 jam
                = 1.000 m : 3.600 det
                = 10/36 m/det
                = 0,278 m/det

Jadi 1 m/det = 1 km/jam : 0,278
                    = 1 km/jam : 10/36
                    = 36/10 km/jam
                     = 3,6 km/jam


APRESIASI 

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 21, 2019 by with 0 comment

Konversi Satuan


Konversi satuan merupakan pengubahan bentuk/jenis satuan yang satu ke satuan yang lain dalam besaran yang sama. Konversi satuan bertujuan agar:
  • Standar pengukuran tetap terjaga hingga tidak terjadi penyimpangan.
  • Mempermudah ukuran dari skala besar ke skala kecil, begitu juga sebaliknya.
  • Standar pengukuran dapat bersifat universal untuk semua daerah di dunia.
  • Mempermudah pengubahan dari satuan yang tidajk sejenis, seperti satuan baku ke satuan yang tidak baku, dan sebaliknya.

Mengkonversi satuan artinya mengubah satuan yang satu ke satuan yang lain sesuai aturan baku yang ditentukan. Misalnya 1 km jika dikonversikan ke satuan meter menjadi 1.000 m, 1 kg = 1.000 g, 1 cm = 0,01 m, dan contoh lainnya. Konversi satuan bisa dilakukan antara satuan yang sejenis namun berbeda skala ukuran, seperti dari meter ke centimeter, tapi bisa juga dari satuan yang tidak sejenis, seperti dari meter ke inci

Berikut ini beberapa tangga konversi dari satuan massa, panjang, luas, dan volume:
Beberapa satuan dari besaran volum yang lain, misalnya
1 liter (ditulis L) = 1 dm3
1 cc (centimeter cubic) = 1 cm3 = 1000 mm3 = 1 mL

Catatan:
Perhatikan bahwa jika susunan tangga konversi dibalik, maka angka nol berpindah ke kiri

APRESIASI

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 21, 2019 by with 0 comment

Satuan Internasional


Satuan Internasional merupakan satuan-satuan yang secara resmi digunakan secara universal di seluruh dunia. Satuan Internasional antara lain:

● Kilogram (ditulis kg) untuk besaran massa.
● Meter (ditulis m) untuk besaran panjang.
● Detik atau sekon (ditulis det atau s) untuk besaran waktu.

Sebelum menggunakan satuan sistem internasional, perlu mengubah satuan yang belum sesuai dengan SI (sistem internasional) menjadi satuan sistem internasional terlebih dahulu. Untuk itu perlu mengetahui tangga konversi satuan pengukuran berikut. Konversi satuan terbagi dua, yaitu konversi berdasarkan tingkatan atau tangga, dan konversi secara paralel.

  • Konversi tangga merupakan konversi dengan satuan yang sejenis, tapi berbeda dalam skala ukuran. Misalnya 1 kg = 1000 g, menggunakan satuan yang sejenis yaitu gram, namun ber beda dalam skala, karena yang satu menggunakan skala kilogram, sementara yang lain menggunakan skala gram.
  • Konversi paralel merupakan pengubahan satuan antara satuan yang tidak sejenis. Misalnya 1 inci = 2,54 cm, menggunakan satuan yang tidak sejenis, yaitu satuan inci yang biasa digunakan di Inggris dan Amerika, dan satuan cm merupakan satuan yang biasa digunakan secara universal di berbagai daerah.

Apabila ingin mengubah suatu satuan ke dalam satuan lain secara bertingkat (konversi tangga), maka kalikan 10 dan kelipatannya (atau sebaliknya, bagikan 10 dan kelipatannya untuk arah yang berlawanan) setiap melalui satu tangga. Konversi Satuan-satuan dalam SI melalui Tangga konversi :

1. Konversi bilangan dari skala yang lebih besar ke skala yang lebih kecil
a. Setiap turun satu langkah, maka bilangan tersebut harus dikalikan 10.
    Contoh:
    Satuan centimeter (cm) hendak diubah dengan diturunkan satu tingkat menjadi milimeter
    (mm), maka harus melalui 1 tangga konversi, sehingga harus dikalikan 10.
    → Jadi 1 cm = 1 x 10 mm = 10 mm
b. Setiap turun dua langkah, maka bilangan tersebut harus dikalikan 100
    Contoh:
    Satuan meter (m) hendak diubah dengan diturunkan dua tingkat menjadi centimeter (cm),
    maka harus melalui dua tangga konversi, sehingga harus dikalikan 100.
    → Jadi 1 m = 1 x 100 cm = 100 cm
c. Setiap turun tiga langkah, maka bilangan tersebut harus dikalikan 1.000.
    Contoh:
    Satuan kilometer (km) hendak diubah dengan diturunkan tiga tingkat menjadi meter (m),
    maka harus melalui tiga tangga konversi, sehingga harus dikalikan 1.000.
    → Jadi 1 km = 1 x 1.000 m = 1.000 m

2. Konversi bilangan dari skala yang lebih kecil ke skala yang lebih besar
a. Setiap turun satu tangga, maka bilangan tersebut harus dibagi 10
    Contoh:
    Satuan milimeter (mm) hendak diubah dengan diturunkan satu tingkat menjadi centimeter
    (cm), maka harus melalui satu tangga konversi, sehingga harus dibagi 10.
    → Jadi 1 mm = 1 cm : 10 = 0,1 cm
b. Setiap turun dua tangga, maka bilangan tersebut harus dibagi 100
    Contoh:
    Satuan centimeter (cm) hendak diubah dengan diturunkan dua tingkat menjadi meter (m),
    maka harus melalui dua tangga konversi, sehingga harus dibagi 100.
    → Jadi 1 cm = 1 m : 100 = 0,01 m
c. Setiap turun tiga tangga, maka bilangan tersebut harus dibagi 1.000
    Contoh:
    Satuan gram (g) hendak diubah dengan diturunkan tiga tingkat menjadi kilogram (kg), maka harus melalui tiga tangga konversi, sehingga harus dibagi 1.000.
    → Jadi 1 g = 1 kg : 1.000 = 0,001 kg

Satuan SI diperlukan karena pada zaman dulu, saat belum ada satuan yang baku secara internasional, terdapat begitu banyak satuan dari berbagai daerah, hingga sulit dilakukan pengukuran yang benar, karena setiap satuan harus dikonversikan ke satuan lainnya. Hingga pada sekitar tahun 1866 di Perancis diresmikan sistem satuan yang diharapkan bisa bersifat universal dan diterima secara internasional. Satuan tersebut disebut sistem internasional disingkat SI.
Tabel Besaran Pokok dan Satuan dalam SI Beserta Lambang Satuannya
Apa saja keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan satuan SI tersebut? Berikut ini beberapa keuntungan tersebut.
a. Mudah menggunakannya, karena tidak perlu melakukan konversi satuan lagi.
b. Mudah memperoleh alat ukur di berbagai daerah, karena sudah diakui secara internasional.
c. Satuan SI memiliki skala ukuran dari yang paling rendah hingga paling tinggi. 

Misalnya satuan panjang memilki satuan SI, yaitu meter. Untuk skala ukuran tinggi, meter bisa dikonversikan menjadi dekameter, hektometer atau kilometer dengan mudah, yaitu dengan membagi 10 untuk setiap tingkat kenaikan tingkat. Begitu juga untuk skala ukuran rendah meter bisa dikonversikan menjadi desimeter, centimeter hingga milimeter dengan cara mengalikan 10 untuk setiap penurunan tingkat

APRESIASI 

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit