
Mengukur Luas
Untuk mengukur luas suatu bidang, pertama-tama kita perlu mengetahui bentuk bidang tersebut. Misalnya luas persegi panjang dapat diketahui dari sisi-sisinya (panjang x lebar), luas ling karan dapat diketahui dari jari-jarinya (pi × kuadrat jari-jari). Berikut ini cara pengukuran luas beberapa bangun yang teratur bentuknya .
1. Mengukur luas persegi dan persegi panjang
Mengukur luas bentuk persegi dan persegi panjang tidak bisa dilakukan secara langsung, namun pertama-tama mengukur panjang dan lebar sisi-sisi persegi tersebut.
Contoh:
Suatu bentuk persegi panjang panjangnya p = 50 cm, dan lebarnya l = 20 cm, maka luas
bidang persegi panjang tersebut
Luas = p × l
= 50 cm × 20 cm
= 1.000 cm2
2. Mengukur lingkaran
Mengetahui luas bentuk lingkaran bisa dilakukan jika jari-jari atau diameter lingkaran tersebut sudah diketahui melalui pengukuran.
Contoh:
Suatu bentuk lingkaran diukur diameternya d = 20 cm atau jari-jari r = d/2 = 20/2 = 10 cm,
maka luas bidang lingkaran tersebut
Luas = π × r × r
= 3,14 × 20 cm × 20 cm
= 1.256 cm2
Mengukur Volume
Ada dua cara mengukur volume benda , yaitu :
1. Mengukur Langsung
a. Pengukuran volume zat cair
Pengukuran volume zat cair dapat dilakukan secara langsung, yaitu dengan memasukkan zat cair tersebut ke dalam gelas ukur (atau gelas pengukur volume yang biasa digunakan untuk menentukan jumlah bahan dalam memasak kue), kemudian baca skala pada gelas ukur tepat pada permukaan zat cair.
b. Pengukuran volume benda padat secara langsung berlaku pada benda-benda yang teratur bentuknya maupun yang tidak teratur, yaitu dengan menggunakan gelas ukur. Bendabenda yang teratur misalnya : benda berbentuk balok, kubus, silinder, bola, kerucut.
Mengukur Volume Benda Padat dengan Gelas ukur
Pengukuran volume benda-benda padat yang teratur maupun tidak teratur bentuknya dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan gelas ukur. Berikut ini cara yang perlu dilakukan dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan gelas ukur:
a. Jika benda yang akan diukur berukuran kecil hingga bisa dimasukkan ke dalam gelas ukur, maka pengukuran bisa langsung dilakukan dengan mencelupkan benda tersebut ke dalam gelas ukur yang telah diisi air dalam jumlah atau volume tertentu, misalnya 100 mL. Selanjutnya catat perubahan volume yang terjadi pada skala ukuran, misalnya air naik hing ga pada ukuran 120 mL.
Volume benda yang akan diukur di dalam gelas ukur bisa diketahui dengan menghitung se lisih antara volume air V1 sebelum dicelupkan benda, dan V2 sesudah dicelupkan benda. Pada contoh ini volume benda diperoleh:
Volume benda = V2 – V1
= 120 mL – 100 mL
= 20 mL
b. Jika benda yang hendak diukur berukuran besar hingga tidak bisa muat ke dalam gelas ukur, maka memerlukan suatu bejana yang lebih besar (atau gelas berpancur) untuk melakukan pengukuran. Se lan jutnya masukkan benda padat yang hendak diukur ke dalam bejana yang terisi air penuh. Luap an air dari bejana tersebut ditam pung di dalam bejana yang lebih be sar. Selanjutnya air luapan di dalam be jana yang lebih besar dimasukkan ke dalam gelas ukur. Dengan meng amati permukaan air di dalam ge las ukur tersebut yang berimpit dengan skala ukur pada gelas ukur tersebut bisa terbaca volume benda tersebut.
Catatan:
Beberapa benda begitu ringan hingga saat dicelupkan di air tidak tenggelam tapi mengambang/ mengapung. Hal ini menyebabkan tidak seluruh permukaan benda tertutup air hingga jumlah zat cair yang dipindahkan ke tempat lain juga berkurang. Untuk mengatasi hal ini benda yang mengapung tersebut perlu ditekan dengan menggunakan ujung jari atau lidi hingga seluruh permukaannya tertutup air. Lakukan secara hati-hati hingga ujung jari atau lidi tidak tercelup ke dalam air, karena bisa mempengaruhi jumlah zat cair yang dipindahkan.
2. Menghitung Hasil Pengukuran
Untuk mengukur volume benda padat yang berbentuk teratur, bisa dilakukan secara tidak langsung, yaitu dengan mengukur panjang, lebar, tinggi, dan/atau jari-jari (atau diameter), ke mudian menghitung volumenya sebagai berikut:
a. Balok,
Volume = panjang × lebar × tinggi
b. Kubus,
Volume = sisi × sisi × sisi
c. Silinder,
Volume = Luas alas × tinggi
= 3,14 × jari-jari2 × tinggi
d. Kerucut,
Volume = Luas alas × ⅓ tinggi
= 3,14 × jari-jari2 × ⅓ tinggi
e. Bola,
Volume = 4/3 x 3,14 x jari-jari2
APRESIASI
- pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi
- apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi













