Tampilkan postingan dengan label ipa kelas vii. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ipa kelas vii. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Oktober 2019

Published Oktober 21, 2019 by with 0 comment

Mengukur Luas dan volume

Mengukur Luas

Untuk mengukur luas suatu bidang, pertama-tama kita perlu mengetahui bentuk bidang tersebut. Misalnya luas persegi panjang dapat diketahui dari sisi-sisinya (panjang x lebar), luas ling karan dapat diketahui dari jari-jarinya (pi × kuadrat jari-jari). Berikut ini cara pengukuran luas beberapa bangun yang teratur bentuknya .

1. Mengukur luas persegi dan persegi panjang
Mengukur luas bentuk persegi dan persegi panjang tidak bisa dilakukan secara langsung, namun pertama-tama mengukur panjang dan lebar sisi-sisi persegi tersebut.

Contoh:
Suatu bentuk persegi panjang panjangnya p = 50 cm, dan lebarnya l = 20 cm, maka luas
bidang persegi panjang tersebut
Luas = p × l
         = 50 cm × 20 cm
         = 1.000 cm2

2. Mengukur lingkaran
Mengetahui luas bentuk lingkaran bisa dilakukan jika jari-jari atau diameter lingkaran tersebut sudah diketahui melalui pengukuran.

Contoh:
Suatu bentuk lingkaran diukur diameternya d = 20 cm atau jari-jari r = d/2 = 20/2 = 10 cm,
maka luas bidang lingkaran tersebut

Luas = π × r × r
         = 3,14 × 20 cm × 20 cm
         = 1.256 cm2

Mengukur Volume

Ada dua cara mengukur volume benda , yaitu :

1. Mengukur Langsung

a. Pengukuran volume zat cair
Pengukuran volume zat cair dapat dilakukan secara langsung, yaitu dengan memasukkan zat cair tersebut ke dalam gelas ukur (atau gelas pengukur volume yang biasa digunakan untuk menentukan jumlah bahan dalam memasak kue), kemudian baca skala pada gelas ukur tepat pada permukaan zat cair.

b. Pengukuran volume benda padat secara langsung berlaku pada benda-benda yang teratur bentuknya maupun yang tidak teratur, yaitu dengan menggunakan gelas ukur. Bendabenda yang teratur misalnya : benda berbentuk balok, kubus, silinder, bola, kerucut.

Mengukur Volume Benda Padat dengan Gelas ukur
Pengukuran volume benda-benda padat yang teratur maupun tidak teratur bentuknya dapat dilakukan secara langsung dengan menggunakan gelas ukur. Berikut ini cara yang perlu dilakukan dalam melakukan pengukuran dengan menggunakan gelas ukur:

a. Jika benda yang akan diukur berukuran kecil hingga bisa dimasukkan ke dalam gelas ukur, maka pengukuran bisa langsung dilakukan dengan mencelupkan benda tersebut ke dalam gelas ukur yang telah diisi air dalam jumlah atau volume tertentu, misalnya 100 mL. Selanjutnya catat perubahan volume yang terjadi pada skala ukuran, misalnya air naik hing ga pada ukuran 120 mL.

Volume benda yang akan diukur di dalam gelas ukur bisa diketahui dengan menghitung se lisih antara volume air V1 sebelum dicelupkan benda, dan V2 sesudah dicelupkan benda. Pada contoh ini volume benda diperoleh:

Volume benda = V2 – V1
                        = 120 mL – 100 mL
                        = 20 mL 

b. Jika benda yang hendak diukur berukuran besar hingga tidak bisa muat ke dalam gelas ukur, maka memerlukan suatu bejana yang lebih besar (atau gelas berpancur) untuk melakukan pengukuran. Se lan jutnya masukkan benda padat yang hendak diukur ke dalam bejana yang terisi air penuh. Luap an air dari bejana tersebut ditam pung di dalam bejana yang lebih be sar. Selanjutnya air luapan di dalam be jana yang lebih besar dimasukkan ke dalam gelas ukur. Dengan meng amati permukaan air di dalam ge las ukur tersebut yang berimpit dengan skala ukur pada gelas ukur tersebut bisa terbaca volume benda tersebut.

Catatan:
Beberapa benda begitu ringan hingga saat dicelupkan di air tidak tenggelam tapi mengambang/ mengapung. Hal ini menyebabkan tidak seluruh permukaan benda tertutup air hingga jumlah zat cair yang dipindahkan ke tempat lain juga berkurang. Untuk mengatasi hal ini benda yang mengapung tersebut perlu ditekan dengan menggunakan ujung jari atau lidi hingga seluruh permukaannya tertutup air. Lakukan secara hati-hati hingga ujung jari atau lidi tidak tercelup ke dalam air, karena bisa mempengaruhi jumlah zat cair yang dipindahkan.

2. Menghitung Hasil Pengukuran
Untuk mengukur volume benda padat yang berbentuk teratur, bisa dilakukan secara tidak langsung, yaitu dengan mengukur panjang, lebar, tinggi, dan/atau jari-jari (atau diameter), ke mudian menghitung volumenya sebagai berikut:

a. Balok,
Volume = panjang × lebar × tinggi

b. Kubus,
Volume = sisi × sisi × sisi

c. Silinder,
Volume = Luas alas × tinggi
= 3,14 × jari-jari2 × tinggi

d. Kerucut,
Volume = Luas alas × ⅓ tinggi
= 3,14 × jari-jari2 × ⅓ tinggi

e. Bola,
Volume = 4/3 x 3,14 x jari-jari2


APRESIASI 

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 21, 2019 by with 0 comment

Besaran Turunan


misalnya besaran luas, volume, dan kecepatan. Pada satuan luas dan volum menggunakan bilangan berpangkat. Sementara pada besaran kecepatan menggunakan bilangan berbagi.

Konversi Bilangan Berpangkat

a. Satuan Luas
Luas Persegi Panjang, → dilakukan pengukuran terhadap panjang dan lebar terlebih dahulu, diikuti dengan penghitungan luas:

Luas Persegi Panjang = panjang x lebar
                                   = (p) m × (l) m = (p × l) m2

Apabila satuan m2 akan dikonversikan ke dalam satuan cm2, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 m2 = 1 m × 1 m
         = 100 cm × 100 cm
         = 10.000 cm2

Apabila satuan m2 akan dikonversikan ke dalam dm2, cara mengubahnya sebagai berikut :
1 m2 = 1 m × 1 m
         = 10 dm × 10 dm
         = 100 dm2

Apabila satuan m2 akan dikonversikan ke dalam satuan km2, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 m2 = 1 m × 1 m
         = 0,001 km × 0,001 km
         = 0,000 001 km2

b. Satuan Volume
Volume balok, → dilakukan pengukuran terhadap panjang, lebar dan tinggi, diikuti dengan penghitungan volume:
Volume balok = panjang x lebar x tinggi
                       = (p) m × (l) m × (t) m = (p x l x t) m3

Apabila satuan km3 akan dikonversikan ke dalam satuan m3, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 km3 = 1 km × 1 km × 1 km
           = 1.000 m × 1.000 m × 1.000 m
           = 1.000.000.000 m3

Apabila satuan m3 akan dikonversikan ke dalam satuan cm3, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 m3 = 1 m × 1 m × 1 m
         = 100 cm × 100 cm × 100 cm
         = 1.000.000 cm3

Apabila satuan cm3 akan dikonversikan ke dalam satuan m3, cara mengubahnya sebagai berikut:
1 cm3 = 1 cm × 1 cm × 1 cm
           = 0,01 m × 0,01 m × 0,01 m
           = 0, 000,001 m3

Konversi Bilangan Berbagi

c. Satuan Kecepatan
Besaran kecepatan (atau kelajuan) dapat diukur melalui pengukuran secara langsung, yaitu dengan menggunakan speedometer yang terpasang di bagian dashboard mobil/motor. Biasanya satuan kecepatan yang digunakan pada speedometer di negara kita adalah kilometer per jam (km/jam). Beberapa negara di Eropa dan Amerika satuannya mil/jam (1 mil = 1,609 km)

Pengukuran kecepatan (atau kelajuan) bisa dilakukan secara tidak langsung, yaitu dengan cara mengukur jarak tempuh (besaran panjang) dibagi waktu yang diperlukan untuk m enempuh jarak tersebut, misalnya jarak tempuh dalam satuan km dan waktu dalam satuan jam, maka :

Kecepatan = jarak : waktu
                  = (s) km : (t) jam = (s/t) km/jam

Apabila satuan km/jam hendak dikonversikan ke dalam satuan m/det (meter/ detik), maka cara mengubahnya sebagai berikut :
1 km/jam = 1 km : 1 jam
                = 1.000 m : 3.600 det
                = 10/36 m/det
                = 0,278 m/det

Jadi 1 m/det = 1 km/jam : 0,278
                    = 1 km/jam : 10/36
                    = 36/10 km/jam
                     = 3,6 km/jam


APRESIASI 

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 21, 2019 by with 0 comment

Konversi Satuan


Konversi satuan merupakan pengubahan bentuk/jenis satuan yang satu ke satuan yang lain dalam besaran yang sama. Konversi satuan bertujuan agar:
  • Standar pengukuran tetap terjaga hingga tidak terjadi penyimpangan.
  • Mempermudah ukuran dari skala besar ke skala kecil, begitu juga sebaliknya.
  • Standar pengukuran dapat bersifat universal untuk semua daerah di dunia.
  • Mempermudah pengubahan dari satuan yang tidajk sejenis, seperti satuan baku ke satuan yang tidak baku, dan sebaliknya.

Mengkonversi satuan artinya mengubah satuan yang satu ke satuan yang lain sesuai aturan baku yang ditentukan. Misalnya 1 km jika dikonversikan ke satuan meter menjadi 1.000 m, 1 kg = 1.000 g, 1 cm = 0,01 m, dan contoh lainnya. Konversi satuan bisa dilakukan antara satuan yang sejenis namun berbeda skala ukuran, seperti dari meter ke centimeter, tapi bisa juga dari satuan yang tidak sejenis, seperti dari meter ke inci

Berikut ini beberapa tangga konversi dari satuan massa, panjang, luas, dan volume:
Beberapa satuan dari besaran volum yang lain, misalnya
1 liter (ditulis L) = 1 dm3
1 cc (centimeter cubic) = 1 cm3 = 1000 mm3 = 1 mL

Catatan:
Perhatikan bahwa jika susunan tangga konversi dibalik, maka angka nol berpindah ke kiri

APRESIASI

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Oktober 21, 2019 by with 0 comment

Satuan Internasional


Satuan Internasional merupakan satuan-satuan yang secara resmi digunakan secara universal di seluruh dunia. Satuan Internasional antara lain:

● Kilogram (ditulis kg) untuk besaran massa.
● Meter (ditulis m) untuk besaran panjang.
● Detik atau sekon (ditulis det atau s) untuk besaran waktu.

Sebelum menggunakan satuan sistem internasional, perlu mengubah satuan yang belum sesuai dengan SI (sistem internasional) menjadi satuan sistem internasional terlebih dahulu. Untuk itu perlu mengetahui tangga konversi satuan pengukuran berikut. Konversi satuan terbagi dua, yaitu konversi berdasarkan tingkatan atau tangga, dan konversi secara paralel.

  • Konversi tangga merupakan konversi dengan satuan yang sejenis, tapi berbeda dalam skala ukuran. Misalnya 1 kg = 1000 g, menggunakan satuan yang sejenis yaitu gram, namun ber beda dalam skala, karena yang satu menggunakan skala kilogram, sementara yang lain menggunakan skala gram.
  • Konversi paralel merupakan pengubahan satuan antara satuan yang tidak sejenis. Misalnya 1 inci = 2,54 cm, menggunakan satuan yang tidak sejenis, yaitu satuan inci yang biasa digunakan di Inggris dan Amerika, dan satuan cm merupakan satuan yang biasa digunakan secara universal di berbagai daerah.

Apabila ingin mengubah suatu satuan ke dalam satuan lain secara bertingkat (konversi tangga), maka kalikan 10 dan kelipatannya (atau sebaliknya, bagikan 10 dan kelipatannya untuk arah yang berlawanan) setiap melalui satu tangga. Konversi Satuan-satuan dalam SI melalui Tangga konversi :

1. Konversi bilangan dari skala yang lebih besar ke skala yang lebih kecil
a. Setiap turun satu langkah, maka bilangan tersebut harus dikalikan 10.
    Contoh:
    Satuan centimeter (cm) hendak diubah dengan diturunkan satu tingkat menjadi milimeter
    (mm), maka harus melalui 1 tangga konversi, sehingga harus dikalikan 10.
    → Jadi 1 cm = 1 x 10 mm = 10 mm
b. Setiap turun dua langkah, maka bilangan tersebut harus dikalikan 100
    Contoh:
    Satuan meter (m) hendak diubah dengan diturunkan dua tingkat menjadi centimeter (cm),
    maka harus melalui dua tangga konversi, sehingga harus dikalikan 100.
    → Jadi 1 m = 1 x 100 cm = 100 cm
c. Setiap turun tiga langkah, maka bilangan tersebut harus dikalikan 1.000.
    Contoh:
    Satuan kilometer (km) hendak diubah dengan diturunkan tiga tingkat menjadi meter (m),
    maka harus melalui tiga tangga konversi, sehingga harus dikalikan 1.000.
    → Jadi 1 km = 1 x 1.000 m = 1.000 m

2. Konversi bilangan dari skala yang lebih kecil ke skala yang lebih besar
a. Setiap turun satu tangga, maka bilangan tersebut harus dibagi 10
    Contoh:
    Satuan milimeter (mm) hendak diubah dengan diturunkan satu tingkat menjadi centimeter
    (cm), maka harus melalui satu tangga konversi, sehingga harus dibagi 10.
    → Jadi 1 mm = 1 cm : 10 = 0,1 cm
b. Setiap turun dua tangga, maka bilangan tersebut harus dibagi 100
    Contoh:
    Satuan centimeter (cm) hendak diubah dengan diturunkan dua tingkat menjadi meter (m),
    maka harus melalui dua tangga konversi, sehingga harus dibagi 100.
    → Jadi 1 cm = 1 m : 100 = 0,01 m
c. Setiap turun tiga tangga, maka bilangan tersebut harus dibagi 1.000
    Contoh:
    Satuan gram (g) hendak diubah dengan diturunkan tiga tingkat menjadi kilogram (kg), maka harus melalui tiga tangga konversi, sehingga harus dibagi 1.000.
    → Jadi 1 g = 1 kg : 1.000 = 0,001 kg

Satuan SI diperlukan karena pada zaman dulu, saat belum ada satuan yang baku secara internasional, terdapat begitu banyak satuan dari berbagai daerah, hingga sulit dilakukan pengukuran yang benar, karena setiap satuan harus dikonversikan ke satuan lainnya. Hingga pada sekitar tahun 1866 di Perancis diresmikan sistem satuan yang diharapkan bisa bersifat universal dan diterima secara internasional. Satuan tersebut disebut sistem internasional disingkat SI.
Tabel Besaran Pokok dan Satuan dalam SI Beserta Lambang Satuannya
Apa saja keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan satuan SI tersebut? Berikut ini beberapa keuntungan tersebut.
a. Mudah menggunakannya, karena tidak perlu melakukan konversi satuan lagi.
b. Mudah memperoleh alat ukur di berbagai daerah, karena sudah diakui secara internasional.
c. Satuan SI memiliki skala ukuran dari yang paling rendah hingga paling tinggi. 

Misalnya satuan panjang memilki satuan SI, yaitu meter. Untuk skala ukuran tinggi, meter bisa dikonversikan menjadi dekameter, hektometer atau kilometer dengan mudah, yaitu dengan membagi 10 untuk setiap tingkat kenaikan tingkat. Begitu juga untuk skala ukuran rendah meter bisa dikonversikan menjadi desimeter, centimeter hingga milimeter dengan cara mengalikan 10 untuk setiap penurunan tingkat

APRESIASI 

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit

Jumat, 20 September 2019

Published September 20, 2019 by with 0 comment

Alat Ukur



Alat ukur adalah alat yang digunakan untuk mengukur benda atau kejadian, Beberapa persyaratan yang harus dimiliki sebuah alat ukur, yaitu:

a. Konsisten (tidak berubah dan selalu tetap) terhadap pengaruh lingkungan, seperti suhu, kelem
    baban, tekanan dan lainnya.
b. Universal atau dapat diterima dan digunakan di berbagai daerah.
c. Mudah dibuat dari bahan yang ada di lingkungan sekitar.
d. Beberapa Alat Ukur yang digunakan sebagai satuan standar antara lain :

1. Alat Ukur Besaran Panjang

Acuan atau standar yang digunakan sebagai satuan besaran panjang adalah meter. Satu meter standar internasional setara dengan seper 10 juta jarak dari kutub hingga garis khatulistiwa. Meter standar disimpan di Sevres, dekat Paris, terbuat dari bahan campuran pla tina yang tidak mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan, seperti suhu yang bisa menyebabkan memuai, kelembaban yang menyebabkan berkarat, dan pengaruh lainnya.

Mengikuti perkembangan zaman, meter standar diper ba harui berdasarkan sesuatu yang tidak akan berubah dalam berbagai kondisi, yaitu gelombang elektromagnet dimana 1 meter standar setara dengan panjang gelombang cahaya jingga yang dipancarkan oleh atom kripton-86 dalam ruang hampa.

Kelihatannya acuan meter standar di atas masih sulit digunakan karena gas kripton-86 tidak mudah diperoleh. Saat ini satu meter standar diperbaharui lagi, yaitu berdasarkan jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama seper 299 794 458 detik. 

Alat Ukur Panjang ada tiga macam, yaitu :

a. Mistar
Mistar yang biasa kita gunakan adalah mistar yang panjangnya antara 20 cm hingga 30 cm. Mistar ini biasanya menggunakan dua skala yaitu : cm dan mm. Skala terkecil atau ketelitian mistar adalah 1 mm.
Angka-angka yang tertera pada mistar menunjukkan skala satuan centimeter menurut ja rak yang bersesuaian. Diantara setiap angka-angka tersebut terdapat 10 garis pendek- pendek menunjukkan skala satuan milimeter. Skala satuan terkecil ini yang menun jukkan ketelitian suatu alat ukur. Dalam hal ini, mistar tersebut memiliki ketelitian 1 mm.

b. Jangka Sorong
Jangka sorong memiliki ketelitian melebihi mistar, yaitu sebesar 0,1 mm. Beberapa bahkan memiliki ketelitian hingga 0,05 mm. Jangka sorong memiliki dua skala, yaitu skala uta ma dan skala nonius atau vernier. Skala uta ma bersifat tetap atau tidak bergerak, se mentara skala nonius berada pada posisi digeserkan atau disorong.

Skala nonius mempunyai panjang 0,9 cm = 9 mm, atau setiap garis skala bernilai 9
mm : 10 = 0,9 mm (ketelitian 0,1 mm).

Cara Penggunaan Jangka Sorong:
  • Pengukuran terhadap suatu benda dilakukan dengan menggeser-geser rahang hingga posisi kedua rahang berhimpit dengan benda yang akan diukur (hati-hati agar tidak menekan terlalu keras pada kedua rahang jangka sorong tersebut, karena bisa merusak ujung rahang dan data hasil pengukuran akan menyimpang),
  • Kemudian mengamati letak angka nol dari skala nonius, di garis yang berimpit dengan salah satu garis pada skala utama satuan mm. Pada garis yang kurang lebih berimpit tersebut menunjukkan nilai hingga satuan terkecil 1 mm. Misalnya nilai 0 pada skala nonius berimpit paling dekat dengan garis pada skala utama bernilai 1,2 cm = 12 mm.
  • Pada skala nonius bisa ditentukan hingga ketelitian 0,1 mm dengan menentukan garis pada skala nonius yang berimpitan dengan garis pada skala utama. Misalnya garis pada skala nonius yang berimpit dengan skala utama bernilai 0,6 maka nilai terkecil hasil pengukuran 0,6 mm.
  • Nilai total hasil pengukuran adalah 12 mm + 0,6 mm = 12,6 mm.

c. Mikrometer Sekrup
Mikrometer sekrup merupakan alat ukur besaran panjang yang paling teliti dibandingkan alat ukur yang telah dibahas sebelumnya. Ketelitiannya mencapai 0,01 mm. Biasanya digunakan mengukur ketebalan suatu benda yang sangat tipis atau kecil. Seperti juga jangka sorong, mikrometer sekrup terdiri dari bagian yang tetap berfungsi sebagai skala utama dalam satuan 0,5 mm untuk setiap celah garis, dan bagian yang bisa digeserkan berupa selubung luar yang diputar seperti sekrup
Cara Penggunaan Mikrometer Sekrup:
  • Pengukuran dilakukan dengan cara menggeserkan bagian yang bisa digeserkan dengan cara memutarkannya seperti sekrup hingga ujung rahang menyentuh dan berhimpit dengan benda yang akan diukur. Ujung rahang agar jangan ditekan terlalu keras karena akan merusak ketepatan pengukuran.
  • Kemudian mengamati posisi ujung selubung yang berimpit dengan skala utama hingga kita memperoleh nilai mencapai ketelitian 0,5 mm. Misalnya posisi ujung selubung menunjukkan angka sekitar 3,5 mm.
  • Selanjutnya mengamati skala satuan yang terdapat pada selubung. Skala satuan tersebut melingkari selubung terdiri dari 50 bagian (atau garis) dimana setiap garis menunjukkan ketelitian pengukuran hingga 0,01 mm. Misalnya garis pada skala selubung yang berimpit pada garis melintang pada skala utama menunjukkan nilai 32, maka dinyatakan sebagai 0,32 mm.
  • Nilai total hasil pengukuran adalah 3,5 mm + 0,32 mm = 3,82 mm.

2. Alat Ukur Massa
Satuan standar internasional untuk massa adalah kilogram. Kilogram yang digunakan sebagai standar internasional adalah suatu si linder yang dibuat dari campuran platina dan disebut kilogram standar. Silinder ini disimpan di Sevres, dekat Paris. Semua alat ukur mas sa (atau istilahnya 'berat' dalam konteks ke hidupan sehari-hari), seperti tim bangan, neraca, dan lainnya, dibuat dengan mengacu pada kilogram standar tersebut. 

Beberapa satuan massa dan konversi terhadap satuan internasional (kg):
1 ton = 1 000 kg
1 kwintal = 100 kg
1 ons = 0,1 kg *)
 

Keterangan:
*) 1 ons = 0,1 kg = 100 g hanya berlaku di Indonesia.
Di luar negeri 1 ons (ounce/oz) = 28,35 g.

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur besaran massa antara lain :

a. Timbangan
Alat ukur massa ini biasanya terdapat di dapur sebagai bagian dari alat rumah tangga atau sebagai timbangan badan. Timbangan ini biasanya digunakan dalam membuat masakan atau kue berdasarkan resep tertentu, atau sebagai alat untuk menimbang badan dalam skala ukuran yang lebih besar. Biasanya menggunakan pegas atau per agar timbangan dapat berfungsi
b. Neraca
Neraca biasanya menggunakan prinsip kesetimbangan antara sisi yang satu sebagai beban dan sisi yang lain sebagai pengukur beban. Sering dijumpai di pasar atau tokotoko yang biasa menjual barang secara kiloan (menjual barang berdasarkan massa benda tersebut). Benda atau beban yang akan diukur diletakkan di salah satu sisi timbangan, sedangkan pada sisi lainnya diletakkan anak timbangan sebagai pengukur, sehingga antara sisi yang satu dengan sisi yang lain terjadi keseimbangan

Neraca biasanya menggunakan prinsip kesetimbangan antara sisi yang satu sebagai beban dan sisi yang lain sebagai pengukur beban. Sering dijumpai di pasar atau tokotoko yang biasa menjual barang secara kiloan (menjual barang berdasarkan massa benda tersebut). Benda atau beban yang akan diukur diletakkan di salah satu sisi timbangan, sedangkan pada sisi lainnya diletakkan anak timbangan sebagai pengukur, sehingga antara sisi yang satu dengan sisi yang lain terjadi keseimbangan

Neraca yang lain, seperti neraca dua le ngan, mampu mengukur massa secara lebih teliti, misalnya mengukur massa emas, perak dan lainnya dalam satuan gram. Biasanya neraca ini digunakan dalam jual beli barang berharga seperti emas dan perak. 

Di dalam laboratorium, tersedia juga neraca dengan ketelitian mencapai 1 gram, biasanya disebut sebagai ne raca O'hause, biasa juga disebut sebagai neraca tiga lengan. Cara meng gunakan neraca ini dengan cara menggeser-geserkan beban pada tiga lengan neraca hingga di peroleh suatu kesetimbangan.

Pada masa kini sudah terdapat timbangan dengan menggunakan prinsip kerja elektronika, biasa disebut sebagai timbangan elektronik. Timbangan jenis ini biasanya terdapat di pasar modern, seperti supermarket atau supermal. Kita tinggal menaruh ben da yang akan diukur massanya di atas bidang beban pada alat elektronik tersebut. Selanjutnya pada tam pilan akan muncul angka yang menunjukkan massa (atau istilahnya 'be rat' dalam konteks sehari-hari) benda tersebut.
3. Alat Ukur Waktu
Standar satuan internasional waktu adalah sekon atau detik. Satu detik pada awalnya disamakan dengan seper 86400 selang waktu yang diperlukan oleh matahari dalam melakukan gerak semu mengelilingi bumi selama 1 hari. Namun diketahui kemudian bahwa 1 hari matahari mengelilingi bumi tidak tepat 24 jam atau 86 400 detik. Oleh karenaitu standar 1 detik diubah menjadi setara dengan atom cesium 133 untuk melakukan getaran sebanyak 9.192.631.770 kali.

Ukuran Waktu :
1 jam    = 60 menit
1 menit = 60 detik
1 jam    = 3.600 detik
1 hari    = 24 jam
1 hari    = 1.440 menit
1 hari    = 86.400 detik

Alat ukur waktu antara lain :
a. Arloji atau jam
Arloji atau jam tangan merupakan alat ukur waktu yang sering dipasang di tangan. Bisa juga dipasang di dinding sebagai jam dinding, atau dipasang di atas meja/bufet sebagai jam meja atau jam weker. Jam weker bisa memberikan tanda berupa alarm pada suatu waktu yang telah ditentukan. Jam/arloji ini terbagi dua, yaitu yang menggunakan jarum penunjuk, dan ada yang menggunakan sistem digital.
b. Stopwatch
Alat ukur waktu yang digunakan untuk ketelitian yang lebih tinggi disebut stopwatch. Biasanya alat ini digunakan untuk olahraga yang membutuhkan kecepatan setinggi mungkin dimana membutuhkan waktu yang sesingkat mungkin dengan ketelitian yang tinggi, seperti lari dan berenang. Ketelitian stopwatch dengan jarum penunjuk bisa mencapai 0,1 detik. Sekarang ini sudah ada stopwatch sistem digital yang bisa mencapai ketelitian 0,01 detik.

Keterangan: Mengenai Kalibrasi

Beberapa alat ukur seperti timbangan/neraca yang berfungsi mengukur massa (berat dalam konteks sehari-hari), ternyata tidak selalu konsisten dan bisa berubah nilai hasil pengukurannya setelah jangka waktu tertentu. Ini mengakibatkan hasil pengukuran menjadi tidak benar dan menyimpang dari yang seharusnya. Penyimpangan nilai bisa terjadi karena adanya karat atau korosi pada alat timbangan, batere yang sudah lemah pada arloji yang kita gunakan, atau tumbukan/benturan pada alat ukur tersebut.

Untuk mengatasi penyimpangan ini, perlu dilakukan kalibrasi ulang terhadap alat ukur tersebut. Kalibrasi merupakan suatu kegiatan yang diperlukan agar alat ukur tersebut sesuai dengan standar acuan nasional maupun internasional yang telah ditentukan.  

Di Indonesia ada Lembaga yang khusus menangani masalah kalibrasi, yaitu Lembaga Metrologi Nasional yang terdapat di Pusat Penelitian Kalibrasi Instrumen dan Metrologi LIPI (Puslit KIM LIPI) di Kompleks Puspiptek Gedung 420, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia.

APRESIASI 

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit

Selasa, 13 Agustus 2019

Published Agustus 13, 2019 by with 0 comment

besaran dalam kehidupan sehari-hari


Perhatikan di sekitar kita! Apa yang hendak kita lakukan jika kita hendak mengukur panjang, massa (yang dimaksud adalah ‘berat’ dalam istilah sehari-hari), atau waktu? Barangkali kita sudah mengenal beberapa alat ukur yang ada di sekitar, seperti mistar (pengukur panjang), timbangan (pengukur massa), jam/ arloji/ stopwatch (pengukur waktu), thermometer (pengukur suhu), dan lain sebagainya. 

Amati bahwa setiap alat pengukuran tersebut ternyata mempunyai skala yang digambarkan sebagai susunan garis-garis yang teratur. Selanjutnya amati skala pada masing-masing alat ukur tersebut.

Perhatikan gambar di atas. Tampak mistar dengan satuan cm tertulis. Skala pada alat ukur mistar tersebut adalah 1 cm ditunjukkan pada garis-garis dengan bilangan berurutan 0, 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Perhatikan bahwa jarak pada 0 ke 1 adalah 1 cm, begitu juga jarak dari 1 ke 2, 2 ke 3, 3 ke 4, 4 ke 5, dan seterusnya…. adalah 1 cm. 
Maka dikatakan skala alat ukur tersebut adalah 1 cm.

Untuk mengubah satuan pengukuran ke satuan internasional, pertama-tama kita perlu mengetahui beberapa satuan internasional, yaitu:

1. Besaran Pokok

Besaran panjang : Satuannya meter (disingkat m)
Besaran waktu : Satuannya detik (disingkat det atau ‘s’ singkatan dari second dalam bahasa Inggris)
Besaran massa : Satuannya kilogram (disingkat kg sama dengan satuan berat dalam kehidupan sehari-hari)
Besaran suhu : Satuannya celcius (disingkat °C)

2. Besaran Turunan

Besaran luas : Satuannya meter persegi (disingkat m2 )
Besaran volum : Satuannya meter kubik (disingkat m3 )
Besaran kecepatan : Satuannya meter per detik (ditulis m/ det )
Massa jenis atau berat jenis : Satuannya kilogram per meter kubik (ditulis kg/m3)
Besaran pokok ada tujuh, antara lain :
1. Panjang,
2. Massa,
3. Waktu,
4. Suhu,
5. Kuat arus,
6. Intensitas cahaya, dan
7. Jumlah zat.
Pada pembahasan saat ini hanya dibahas tiga besaran pokok yang paling berpengaruh dan berperan dalam pengukuran sehari-hari, yaitu:
1. Besaran panjang, juga meliputi lebar, tebal, tinggi, jarak, jari-jari, diameter, keliling.
2. Besaran massa, atau biasa dikenal sebagai ‘berat’ dalam konteks kehidupan sehari-hari

3. Besaran waktu

Besaran pokok yang lainnya akan dibahas pada saat yang bersesuaian dengan pokok bahasan, misalnya mengenai besaran kuat arus listrik akan dibahas pada pokok bahasan mengenai listrik. Selain besaran pokok terdapat besaran turunan. Besaran turunan merupakan hasil kombinasi dari beberapa besaran pokok, misalnya luas, volum, dan kecepatan.

Contoh :
1. Luas merupakan hasil kombinasi dari dua besaran panjang, yaitu panjang dan lebar.
Luas = panjang x lebar
(satuannya m x m = m2)

2. Volume merupakan hasil kombinasi dari tiga besaran panjang, yaitu panjang, lebar, dan tinggi.
Volume = panjang x lebar x tinggi ( untuk balok )
(satuannya m x m x m = m3)

3. Kecepatan merupakan kombinasi dari besaran panjang dan besaran waktu.
Kecepatan = jarak/waktu
(satuannya m/s)

Keterangan:
‘Massa’ dan ‘berat’ merupakan istilah yang sama dalam kehidupan sehari-hari, namun dibedakan dalam konteks fi sika. Massa suatu benda selalu tetap dimanapun berada, sementara berat benda dipengaruhi oleh gravitasi. Oleh karena itu benda bermassa 1 kg, beratnya di bumi 1 kg. Namun di bulan yang pengaruh gravitasinya sangat rendah, berat benda itu hanya sekitar 0,17 kg, tapi massanya dianggap tetap 1kg.

Contoh:
Suatu alat ukur timbangan dengan penunjuk satuan skala seperti berikut

Berapa satuan skala pada alat ukur tersebut?
Jawab:
Untuk setiap skala 100 terdapat 2 garis penunjuk. Artinya untuk setiap satu skala:


jadi satuan skala alat ukur tersebut adalah 50 gram

APRESIASI 

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi 
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 13, 2019 by with 0 comment

PENGUKURAN

PKBM BINAWARGA

Pengantar


Apa yang dimaksud dengan pengukuran? Apa hubungannya dengan besaran? Juga apa yang dimaksud dengan satuan? Bagaimana peran pengukuran da lam kehidupan kita sehari-hari. Pengukuran merupakan kegiatan sangat dibutuhkan oleh manusia. Dalam melakukan peng ukuran selalu melibatkan besaran dan satuan. 

Pada dasarnya, peng ukuran merupakan kegiatan yang diperlukan dalam membandingkan suatu besaran dengan besaran lainnya secara akurat dan universal. Akurat dalam arti sesuai dengan ukuran yang se benarnya menurut acuan standar in ternasional; universal karena dapat di gunakan di segala tempat dan wilayah. Tan pa konsep pengukuran yang memadai dan sesuai kebutuhan, manusia tidak akan mampu melakukan usaha seperti berdagang, bertani, berkebun, bertukang, dan banyak pekerjaan lainnya secara optimal. Karena pekerjaan-pekerjaan tersebut selalu melibatkan konsep pengukuran

Pengertian Pengukuran

Perhatikan kegiatan manusia sehari-hari di sekitar kita. Kita sering melihat kegiatan manusia yang sedang melakukan pengukuran. Misalnya ketika melihat jam atau arloji, atau ketika ingin me ngetahui jarak dari tempat yang satu dengan yang lain. Kegiatan ter sebut berhubungan dengan peng ukuran. Dengan kata lain, peng ukuran merupakan kegiatan sehari-hari yang perlu dilakukan agar kita lebih mudah dalam me nempuh kehidupan. Bayangkan seandainya kita tidak bisa melakukan pengukuran, seperti melihat waktu, mengukur jarak, dan menimbang berat, maka kita akan selalu terlambat dalam menepati janji atau ke tempat kerja, bahkan kesulitan dalam memasak sesuai dengan resep karena tidak bisa menentukan jumlah bahan yang tepat dalam meramu masakan. 

Dalam kehidupan sehari-hari hampir pasti kita pernah melakukan pengukuran, misalnya mengukur tinggi badan dengan mistar, pedagang beras mengukur berat beras yang dijual dengan menggunakan timbangan atau neraca. Juga mengukur waktu agar kita tidak terlambat ke tempat kerja. Pengukuran begitu penting dalam kehidupan kita sehari-hari sehingga kita perlu mengetahui cara mengukur dan alat ukur yang sesuai.

ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN PENGUKURAN

Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) merupakan cara berpikir untuk memahami gejala alam melalui penelitian/penyelidikan. IPA meliputi sikap ilmiah, proses ilmiah, produk IPA dan aplikasi IPA. Sikap ilmiah antara lain meliputi rasa ingin tahu tentang objek gejala alam yang perlu dipecahkan melalui proses ilmiah, yaitu penelitian/penyelidikan. Hasil penelitian/penyelidikan akan menghasilkan produk IPA. Produk IPA ini baru memiliki nilai manfaat jika bisa diaplikasikan sesuai dengan kebutuhan manusia untuk hidup lebih baik.

Oleh karena itu perlu dicermati bahwa kegiatan penelitian/penyelidikan sangat diperlukan untuk menghasilkan produk IPA yang bermanfaat bagi manusia. Dalam kegiatan penelitian/penyelidikan, salah satu bagian terpenting adalah melakukan pengamatan terhadap objek sehingga bisa menghasilkan data yang seakurat mungkin seperti kenyataannya. Hal ini membutuhkan pengukuran yang cermat dan teliti, serta cukup detil untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya tentang objek yang teramati. Oleh karena itu tidak akan ada produk IPA yang baik dan bermanfaat bagi manusia, tanpa melibatkan pengukuran. 

Dalam melakukan pengukuran selalu melibatkan dua hal berikut ini yaitu: besaran dan satuan. Apa yang dimaksud besaran dan satuan? 
  • Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dengan cara dibandingkan, memiliki satuan dan dinyatakan dengan angka-angka (atau nilai).
  • Satuan adalah pembanding di dalam mengukur suatu besaran. 
  • Mengukur adalah membandingkan besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan.
Pengertian Satuan Baku dan Satuan Tak Baku

a. Satuan Baku
Pada pembahasan sebelumnya Anda telah mengenal besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok maupun besaran turunan dapat diukur dengan menggunakan satuan baku maupun satuan tak baku. Satuan baku telah diakui secara internasional, karena hasil pengukurannya selalu tetap biarpun diukur oleh siapapun dan dimanapun berada. 

Contoh satuan baku adalah: meter, kilogram, detik, liter, sentimeter, meter persegi, meter kubik, dan lainnya.

b. Satuan Tak Baku
Satuan tak baku, disebut demikian karena hasil pengukurannya bisa berbeda-beda bergantung pada kondisi. Misalnya satuan jengkal yang menggunakan jari tangan manusia, mempunyai kelemahan karena ukuran tangan manusia tidak selalu sama. Begitu juga saat menggunakan satuan gayung, cangkir dan lainnya.

Contoh satuan tak baku : depa, gayung, cangkir, sloki, kaleng, dan lainnya. Dapatkah Anda
menyebutkan satuan tak baku lainnya?

Contoh Soal 1:
Setelah diukur dengan satuan jempol, panjang buku tersebut 11½ jempol (inci). Berapa kira-kira
nilai tersebut dalam Satuan Internasional?
Jawab:
Diketahui 1 jempol = 2,5 cm = 0,025 m, => maka 11½ x 0,025 m = 0,2875 m


APRESIASI 

  • pilih "APRESIASI" untuk mengisi absensi
  • apresiasi yang tidak sesuai dengan perintah tidak dihitung sebagai absensi
Lanjut Baca
      edit

Selasa, 06 Agustus 2019

Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

beberapa penyebab terjadinya pemanasan global


Penyebab pemanasan global
Artikel ini membahas penyebab terjadinya pemanasan global beserta gerakan-gerakan untuk menanggulanginya. Pemanasan global adalah masalah besar bagi bumi kita saat ini.
--
Dhira Narayana, bersama teman-temannya terlihat asik memamerkan hasil perkebunan mereka. Selada air yang segar banget, terlihat ada di genggaman tangannya, terus ada timun yang bersih dan segar, juga aneka sayuran yang lain. Bukan cuma memamerkan tumbuh-tumbuhan yang segar, tapi anak-anak muda ini juga menunjukkan keasikan mereka saat melakukan proses tanam-menanam.
Bahkan, bukan cuma anak-anak muda, tapi banyak juga anak kecil dan orang tua yang terlihat asyik menanam pohon bersama. Proses menanamnya dilakukan di lahan yang tidak cukup besar, karena sekedar memanfaatkan lahan yang tersedia.
Oh, ternyata bukan cuma berkebun aja yang mereka lakukan. Sambil tertawa, mereka terlihat sedang berusaha menyulap botol plastik menjadi tempat duduk, juga meja. Mengubah botol beling menjadi pagar tanaman, dan banyaaak lagi. Yaa, begitulah kira-kira keasyikkan anak-anak muda ini yang bisa dilihat di akun instagram @kebunkumara.

kebunkumara
Beberapa kegiatan komunitas kebunkumara. Sumber: instagram.com
Bukan cuma kebunkumara, ternyata belakangan ini memang sudah banyak gerakan dan komunitas sadar lingkungan. Misalnya, gerakan diet plastik, save our ocean, gerakan seribu pohon, zero wasteecobrickecoprintclimate change, dan banyak gerakan lainnya bertema lingkungan.
Iya nggak sih? Kamu udah sering denger nggak sih soal gerakan-gerakan itu? Wah jangan-jangan kamu enggak tau ya? Hmm berarti harus cari tau. Soalnya, kebanyakan gerakan ini diinisiasi oleh anak-anak muda lho, yaa itu kebanyakan ya, bukan berarti orang tua enggak ikutan.
Nah, menariknya, gerakan ini cukup efektif lho. Contohnya, penggunaan sedotan stainless, membawa tempat minum dan tempat makan sendiri ketika beraktifitas, membawa tas sendiri saat berbelanja, dan mulai menanam tanaman di halaman rumah sendiri.
Kira-kira apa sih yang membuat anak-anak muda ini membuat gerakan dan komunitas peduli lingkungan? Nggak mungkin dong iseng-iseng doang bikin gerakan sebagus itu. Hmm, ada masalah apa ya dengan lingkungan kita? Jawabannya, banyak!
Bumi kita ini sedang mengalami pemanasan global. Kamu bisa merasakan sendiri pastinya, seperti udara yang semakin panas, sumpek, sesak, cuaca berubah tidak menentu, musim hujan dan musim kemarau lamanya tidak sama, ditambah lagi, kebakaran hutan terjadi di mana-mana. Semuanya bikin hidup kita jadi nggak nyaman.
Nah yang jadi masalahnya, yang menyebabkan terjadinya pemanasan global itu, ya manusia. Kita semua. Kamu mau tau apa aja yang menyebabkan terjadinya pemanasan global? Oke, kalau gitu simak yuk beberapa penyebab terjadinya pemanasan global di bumi kita ini.
bahaya polusi udara bagi pengidap asma

  • Asap Pabrik
Asap pabrik masih jadi momok yang mengerikan bagi udara kita. Kamu bisa lihat sendiri kan, lewat cerobongnya yang besar itu, pabrik mengeluarkan asap yang begitu besar dan banyak. Ada asap berwarna abu-abu, putih, bahkan hitam. Asap pabrik ini sangat berbahaya, karena mengandung karbon dioksida, karbon monoksida, juga gas metana.
polusi batubara
Polusi batubara di Cimahi Jawa Barat. Sumber: limawaktu.id
Kandungan yang berbahaya pada asap pabrik ini, berpotensi menyebabkan berbagai masalah pada kesehatan manusia, terutama masalah pernapasan. Selain bermasalah bagi kesehatan manusia, asap pabrik ini juga akan menjadi polusi udara. Sehingga, lingkungan kita semakin tercemar, dan pemanasan global nggak bisa dihindari lagi.
  • Polusi kendaraan bahan bakar bensin
Salah satu penyumbang terbanyak terjadinya pemanasan global adalah polusi kendaraan. Asap kendaraan bermotor bensin yang mengandung gas karbondioksida, dapat memicu terjadinya efek rumah kaca. Padahal, ya kamu tau sendiri kalau efek rumah kaca jadi masalah yang cukup serius bagi bumi kita ini.
polusi-kendaraan
Asap dari kendaraan bahan bakar bensin. Sumber: lpmdinamika.co
Semakin banyaknya populasi manusia di negara kita ini, semakin meningkat pula penggunaan kendaraan bermotor bahan bakar bensin. Maka dari itu, kita harus bener-bener bijak dalam hal penggunaan kendaraan. Kalau cuma deket, yaa bisalah naik sepeda atau jalan kaki.
  • Kerusakan hutan
Kamu tau nggak kalau pohon itu bisa mengubah gas karbon dioksida menjadi oksigen? Bisa banget Squad. Itulah kenapa pentingnya pohon. Karena pohon bisa mengubah gas jahat menjadi gas yang baik dan bermanfaat.
Akan tetapi, penebangan pohon yang liar dan pembakaran hutan, membuat jumlah pohon yang ada di negara kita ini berkurang terus menerus. Hutan kita terancam. Jika hutan terancam, maka terancam pula makhluk hidup lainnya, seperti manusia dan hewan. Padahal ya, segitu pentingnya peran pohon.
kondisi hutan indonesia dalam pemanasan global
Nah, maka dari itu, teman-teman kebunkumara, rara sekar bersama ben, dan juga anak-anak muda lainnya terus mengkampanyekan pentingnya menanam pohon. Kalau enggak, pemanasan global akan semakin buruk.
  • Penggunaan bahan bakar fosil
Sampai sekarang, negara kita ini masih menggunakan bahan bakar fosil seperti batu bara, gas alam, dan minyak bumi. Misalnya batu bara yang digunakan oleh perusahaan pembangkit listrik tenaga uap. Kalau kamu pernah melihat langsung, asap yang keluar dari cerobong PLTU itu warnanya hitam dan itu sangat berbahaya bagi kesehatan bumi dan manusia. Soalnya, bahan bakar fosil juga mengandung gas karbon dioksida.
Belum lama ini, Rusia mengalami hujan salju berwarna hitam. Salju hitam ini sempat membuat masyarakat bingung. Nah, setelah ditelusuri ternyata penyebabnya berasal dari partikel-partikel yang keluar dari asap pabrik. Partikel itu berwarna hitam dan kemudian bercampur dengan salju. Partikel itu juga berbahaya bagi kesehatan, karena mengandung karbon dioksida.
Salju hitam di rusia
Turun salju hitam di Rusia. Sumber: asset.winnetnews.com
Padahal, untuk membangkitkan listrik, kita bisa menggunakan panel surya yang mengandalkan sinar matahari, mengandalkan kincir angin, atau bahkan tenaga air. Kalau penggunaan energi fosil bisa dikurangi sampai benar-benar bisa digantikan oleh energi lainnya yang lebih baik dan dapat diperbaharui, maka pemanasan global pun bisa ditanggulangi.
  • Pembakaran sampah secara berlebihan
Kamu sering melihat tetangga, atau bahkan orang tua kamu membakar sampah? Tau nggak sih kalau membakar sampah yang berlebihan itu juga menjadi pemicu terjadinya pemanasan global?
Banyak orang yang membakar sampah rumah tangganya, seperti kantong plastik, botol plastik, atau yang lainnya kemudian hasil bakarannya itu ditinggal begitu saja. Padahal, plastik jika dibakar itu berbahaya lhoSelain plastiknya, hasil bakaran yang ditinggalkan begitu saja juga berbahaya, karena akan memunculkan gas metana yang juga berbahaya bagi bumi.
bakarplastik
Bakar sampah-sampah plastik. Sumber: suma.ui.ac.id
Ke lima contoh inilah yang paling umum dan sering menyebabkan terjadinya pemanasan global. Yaa meskipun sebenarnya masih banyak lagi pemicunya. Tapi, yang jadi masalah besar itu, produksi gas karbon dioksida dan metana yang sulit dikontrol. Bisa sih dikurangi, tapi yang bisa menggantikannya menjadi oksigen kan pohon. Sementara hutannya dibakarin dan ditebangin secara liar. Jadinya, makin parah deh pemanasan globalnya.
Nah, untuk menanggulangi pemanasan global, kamu bisa meniru gerakan-gerakan seperti yang dilakukan oleh komunitas-komunitas seperti yang dibahas di awal. Banyak cara yang bisa kamu lakukan, coba deh kamu nonton video belajar dengan tema pemanasan global di ruangbelajar, di sana ada tutor yang menjelaskan tentang apa itu pemanasan global dan cara-cara untuk menanggulanginya. Jadi, kalau udah ketemu caranya, jangan lupa kasih tau yang lain ya Squaad.
Lanjut Baca
      edit
Published Agustus 06, 2019 by with 0 comment

mengenal karakteristik mahluk hidup

Header - karakteristik makhluk hidup
Artikel ini menjelaskan tentang beberapa karakteristik makhluk hidup. Pada kenyataannya, setiap makhluk hidup memiliki karakter yang berbeda dengan makhluk hidup lainnya.
--
Sebelum masuk ke materi karakteristik makhluk hidup, ada pertanyaan buat kamu nih. Pertanyaan ini untuk menguji seberapa pekanya kamu terhadap lingkungan sekitar kamu. Oke, pertanyaannya, kamu percaya nggak kalau tanah itu bisa meluas dengan sendirinya? 
Misalnya, di rumah kamu ada lahan ukuran 1 meter dikali 2 meter untuk menanam tumbuh-tumbuhan. Nah, kalau didiemin selama beberapa tahun, percaya nggak kalau tanah itu bisa melebar dan meluas dengan sendirinya? Percaya nggaaak? Enggak? Serius nggak percaya? Yaudah, sebelum membaca penjelasannya, kamu kunci dulu jawabannya buat kamu tulis di kolom komentar ya, biar kita tau jawaban kamu apa, hihihi.
Oke, sekarang kita masuk ke materi. Apa bener tanah itu bisa berkembang, meluas dengan sendirinya? TIDAK. Karena tanah bukanlah makhluk hidup. 
Nah, dalam materi IPA atau lebih spesifiknya biologi, terdapat 2 jenis komponen. Yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Tanah, adalah contoh dari komponen abiotik. Apa sih komponen abiotik itu? Komponen abiotik adalah komponen yang menyusun ekosistem yang terdiri dari benda-benda yang tak hidup. 
Komponen abiotik ini menjadi medium atau substrat yang menunjang kehidupan organisme. Kok bisa menunjang? Lho iya, karena komponen abiotik ini memiliki kandungan-kandungan yang dibutuhkan oleh organisme, salah satunya kandungan kimia. Atau bisa dikatakan bahwa komponen abiotik ini menunjang keberlangsungan hidup dari komponen biotik.
Apa itu komponen biotik? Komponen biotik adalah semua jenis makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem. Nah, komponen biotik ini terbagi lagi menjadi 3 golongan. Pertama itu golongan produsen, yaitu seluruh organisme yang mampu membuat makanannya sendiri.
Kedua, golongan konsumen, yaitu golongan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Nah, yang ketiga adalah golongan pengurai. Wih apatuh pengurai? Nah ini bisa jadi jawaban buat kamu-kamu yang suka bingung kenapa bangkai hewan atau sisa-sisa tumbuhan bisa hilang, hilang, bener-bener hilang dalam beberapa waktu.
Jadi, hilangnya bangkai itu adalah ulahnya si pengurai ini Squad. Gimana caranya? Mereka melakukannya dengan cara melakukan dekomposisi sisa-sisa organisem yang telah mati atau disebut detritus. Nah, karena mereka memakan detritus, pengurai ini disebut juga sebagai detritivora. 
Karena mereka merombak sisa produk organisme-organisme yang mati dengan enzim pencernaan yang dimilikinya, akhirnya mereka dapat memperoleh makanan. 
karakteristik makhluk hidup
Wah wah wah, kalau aja tanah beneran bisa meluas dengan sendirinya, pasti bahagia banget tuh. Gimana nggak bahagia, lho tanah itu kan punya manfaat banyak bagi kehidupan mahkluk hidup. Mau bikin rumah aja kita butuh punya tanah, mau nanam pohon juga butuh tanah, banyak deh gunanya.
Ngomong-ngomong soal makhluk hidup, di sini kita juga akan menjelaskan tentang karakteristik makhluk hidup. Dengan kamu mengetahui karakteristik juga ciri-ciri makhluk hidup, kamu jadi bisa menentukan seperti apa sih persamaan dan perbedaan makhluk hidup dan benda mati itu. Mau tau? Yuk simak penjelasaannya.
Setiap makhluk hidup pasti bergerak. Manusia dapat berjalan dan berlari, begitu pula dengan hewan. Tanaman sendiri memiliki pergerakan khusus yang mengikuti cahaya matahari. Tipe pergerakan itu disebut fototropisme.
Bernapas adalah cara makhluk hidup untuk mendapatkan energi dari pemecahan makanan. Bernapas akan memasok oksigen ke dalam tubuh makhluk hidup. Oksigen tersebut penting untuk metabolisme tubuh karena dapat menghasilkan energi bagi tubuh. Nah, manusia dan hewan darat bernapas dengan paru-paru. Ikan bernapas dengan insang, sedangkan tanaman bernapas dengan mulut daun (stomata).
makhluk hidup bernafas
Ikannya lagi berusaha napas nih. Sumber: Giphy.com
Semua makhluk hidup membutuhkan makan sebagai sumber energi. Ada 2 macam cara mendapatkan makanan bagi makhluk hidup, yaitu autotrof dan heterotrof. Cara makan autotrof berarti dapat menghasilkan makanan sendiri. Contohnya, seperti tanaman yang mendapatkan makanan dari fotosintesis. Sementara itu, heterotrof berarti tidak dapat menghasilkan makanan sendiri, seperti manusia dan hewan.
Semua makhluk hidup pasti mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Misalnya, seperti yang kamu alami saat ini. Tinggi badan kamu sekarang tidak seperti pada saat masih SD 'kan? Pertumbuhan pada makhluk hidup dapat ditandai dengan tinggi, berat, dan volume. Namun, pertumbuhan berbeda dengan perkembangan. Perkembangan adalah fase makhluk hidup menjadi dewasa, contohnya seperti pubertas.
karakteristik-makhluk-hidup
 Pertumbuhan anak. (Sumber: inside.akronchildrens.org)
Pubertas pada manusia menandakan bahwa telah terjadi kematangan secara seksual. Itu juga terjadi pada makhluk hidup lainnya. Makhluk hidup akan terus berkembang biak atau bereproduksi untuk menghasilkan keturunan. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan jenis dari makhluk hidup tersebut agar tidak punah.
Ini merupakan ciri-ciri makhluk hidup yang mengandalkan pada indera-indera yang ada pada tubuhnya. Misalnya, kulit kita pasti peka terhadap sentuhan, dingin, panas, dan sebagainya. Tanaman juga dapat bereaksi ketika mendapatkan rangsangan. Contohnya adalah tanaman Mimosa pudica atau putri malu. Daun-daunnya akan segera menutup apabila kita menyentuhnya.
Metabolisme merupakan proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Fungsi dari metabolisme adalah untuk mendapatkan energi atau mengeluarkan racun dari tubuh. Contoh dari proses metabolisme pada tubuh manusia adalah ekskresi. Hasil ekskresi dapat berupa keringat dan urin.
7 karakteristik makhluk hidup
Itu tadi artikel yang membahas tentang 7 karakteristik makhluk hidup yang harus kita ketahui. Mulai sekarang RG Squad pasti sudah tahu bagaimana cara membedakan benda hidup dan tak hidup 'kan?
Lanjut Baca
      edit